Blogger Widgets expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Sabtu, 14 November 2015

Fanfiction Chapter 3



Anyeonghaseyo~^_^ Chimin imnida:-) chapter 3 udah nih^^ hehe jan lupa comment ya!
Title : Twins
Cast : Kim Mingyu, Jeon wonwoo, Jung Eunha
Genre : Romance
Length : Chaptered
DONT BE A SIDER PLEASE AND SORRY FOR TYPOS^^ HAPPY READING GUYS!
Mingyu POV
        Tatapan itu... benarkah dia Eunbi? Tatapannya tak seperti yang kulihat saat pertama kali bertemu dengannya. Walau aku berpisah dengannya selama 10 tahun, aku yakin masih bisa mengenali tatapan Eunbi... tapi, tadi begitu berbeda. Kurasa ada yang salah darinya. Aku terus berusaha mengingat Eunbi.
        “Dia tidak ingat atau lupa sih?” gumamku. “Kenapa dia tidak mengatakan sepatah katapun tadi? Sepertinya dia memangsudah melupakan aku...”
Mingyu POV end~
        Di tempat lain...
        “Eunha, aku ingin kau menghentika semua kebohongan ini!” kata Eunbi pada Eunha yang duduk di ruang tamu apartemen mereka.
        “Tenanglah Unni, semua ini akan berakhir dan Wonwoo akan kembali padamu...” kata Eunha tanpa melihat kearah Eunbi disertai dengan seringaian nya.
        ‘Kenapa semudah ini memintanya untuk berhenti? Biasanya ia akan balik membentakku?’ batin Eunbi.
        “A-apa yang kau lakukan pada Wonwoo?”
        “Aku tidak melakukan apapun. Malah, dia semakin terhanyut dalam permainanku. Percayalah unni, begitu dia kembali padamu dia akan semakin mencintaimu. Aku akan mengembalikannya padamu. Karena aku sudah memiliki seseorang.”
        “Apa maksudmu?”
        “Permainan baru... dan seseorang yang berarti dalam hidupmu”
Flashback~
        Malam itu, Eunha sedang berjalan pulang. Sangat gelap dan dingin. Ditambah suasana jalan yang sepi membuat Eunha semakin takut.
TAP! TAP! TAP!
        Langkah kaki Eunha semakin cepat. Tiba-tiba, disebuah persimpangan jalan Eunha bertemu seorang pria yang sepertinya mabuk. Eunha kaget dan langsung berputar arah untuk menghindari pria itu. menyeramkan yah? Kalau ketemu orang yang ga dikenal, apalagi malem-malem? Pria itu menarik tangan Eunha.
        “Hey... gadis cantik... mau kemana hm?” tanya pria itu. membuat Eunha semakin merinding.
        “Lepaskan aku! lepaskan aku! tolong!!!!”
Teriak Eunha. Ia takut. Takut sekali... air matanya mulai mengalir.
        “Hey... tenanglah. Aku tidak akan menyakitimu. Ayo kita bersenang-senang.” Pria itu merangkul lengan Eunha.
        “Tidak ! lepaskan aku!” tangis Eunha semakin keras.
BUK!
        Eunha berusaha melawan pria itu. setelah berhasil terlepas ia cepat-cepat melarikan diri. Tapi pria itu mengejarnya dan mendorong Eunha.
BRUK!
        Eunha jatuh ke aspal. Siku dan lututnya terluka. Apa yang harus Eunha lakukan? Eunha menutup matanya dan menangis. Pria itu mendekat. Dan semakin mendekat.
        ‘Oh Tuhan, bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Aku takut. Tolong aku...’
BUK!
        Sebuah(?) sepatu mengenai kepala pria itu.
        “Jangan ganggu adikku!” seru Eunbi sambil menghampiri mereka.
        Saat ini hanya itu yang ia pikirkan. Ia bingung harus berbuat apa.
        “Eunha? Eunha? Kamu tidak apa-apa?
        “Unni, aku takut”
        “CCTV, kita harus mencari tempat yang ada CCTV” bisik Eunbi pada Eunha. Tapi belum sempat hal itu terlaksana...
        Tiba-tiba pria itu menarik Eunbi dan memukulnya. Eunbi terhempas ke aspal. Ia lalu menjambak rambut Eunha.
        “Eunha!”
        Eunbi tak bisa membiarkan hal itu terjadi. Ia mencari senjata untuk melawan pria itu. Eunbi mengalihkan pandangannya. Disana terdapat sebuah kayu yang cukup besar. Eunbi lalu mengambilnya dan memukul pria itu. pukulan itu tepat mengenai bagian belakang kepala pria itu. Pria itu tersungkur ke tanah. Tubuhnya kejang-kejang selama beberapa detik. Kemudian berhenti. Ia tak bergerak sama sekali.
        “Unni? Apa yang kau lakukan? Dia...dia mati?”
        Eunbi melepaskan kayu yang dibawanya.
        “Aku...aku—“
        “Unni, kau membunuhnya” Eunha terlihat shock. Ia menangkup mulutnya sambil menunjuk pria itu. Tangan gemetar. “Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan?”
        “Eunha, Eunha tenanglah...” ujar Eunbi menangkup pipi adiknya.
        “Unni, aku takut”
        “Eunha, lihat aku, tatap mataku. Semua akan baik-baik saja. Percayalah padaku...” Eunbi memeluk Eunha. “Sekarang, kau harus membantuku. Ambillah semua yang mungkin menjadi barang bukti. Jangan tinggalkan apapun, oke? Aku akan memeriksa tempat ini. Kita harus segera pergi dari tempat ini...”
        “Unni, tidak ada CCTV kan?”
        “Kuharap tidak. Tapi, rasanya di daerah sini memang tidak ada CCTV.” Ayo Eunha, kita pergi dari sini.” Eunbi menggenggam tangan Eunha erat. Dan membawanya pergi.
Flashback end~
        “Rahasiamu aman bersamaku, unni. Selama kau menuruti apa yang ku mau”
Eunbi POV
        Aku tau Eunha sangat shock dengan kejadian itu. Ia takut sekali saat itu. mungkin ia takkan bisa melupakannya seumur hidupnya. Begitupun denganku, aku akan selalu terbayang-bayang oleh kejadian malam itu. aku merasa putus asa. Aku sudah tak sanggup. Aku ingin menyerahkan diri saja ke polisi. Aku tak sanggup menyimpannya sendiri. Tapi gadis itu... gadis yang penakut dan manja itu takkan bisa mengurus dirinya sendiri. Aku khawatir dengannya.. aku selalu khawatir kalau ia pulang terlambat. Aku selalu khawatir kalau aku meninggalkanya, bahkan untuk sehari saja. Pokoknya aku selalu khawatir pada Eunha. Ia satu-satunya keluarga yang kumiliki saat ini. Ibuku meninggal saat melahirkan kami. Sedangkan ayah... meninggal karena kecelakaan bebebrapa tahun lalu. Aku sempat tinggal di rumah kerabatku bersama Eunha. Tapi, rasanya kami sudah terlalu besar untuk hidup ditanggung oleh orang lain. Dan aku memutuskan untuk pindah ke apartemen sederhana ini dan mencari pekerjaan.. eunha sangat terpukul oleh kepergian ayah. Tak jarang aku menemukannya duduk sendiri dan menangis. Disitulah aku harus menggantikan sosok ayah. Aku memeluk dan menenangkannya. Aku lelah... sangat lelah dengan semua ini. Tapi demi Eunha aku harus bertahan. Air mata yang tak terhitung jumlahnya dan masa-masa sulitku ini akan berlalu dengan perlahan...
        Aku menarik napas dan menutup mataku.
        ‘Ayah, ibu, kuatkan aku untuk menjalani semua ini...’ batinku.
        Aku tersadar oleh dering hape Eunha yang berada tak jauh dariku. Sebuah pesan singkat dari Wonwoo. Isinya :
‘Sayang, apa kau sibuk? Jalan sama aku yuk?’
/ini ceritanya Eunbi yang bales tapi dari hape Eunha. Soalnya nama kontak Eunha di hape Wonwoo itu Eunbi ya. Dan Wonwoo itu gatau kalo mereka kembar. Jadi ada semacam Eunbi palsu sama Eunbi asli gitu:v/
        Aku segera memberitahu Eunha.
        “Unni, kau saja yang pergi ya? Aku capek...”
        “Kau yakin?”
        “Iya”
        Aku segera mengganti pakaianku dan pergi menemui Wonwoo.
~o~
        “Sayang, apa kau sakit? Wajahmu agak sedikit pucat” kata Wonwoo sambil memegang pipiku.
        “Tidak... aku hanya kelelahan. Mungkin karena bekerja terlalu keras. Jadi, jangan khawatir ya?”
        “Kau membutuhkan uang? Mungkin aku dan Mingyu bisa membantumu”
        “Tidak... eh, Mingyu?!”
        “Iya, dia teman sekamarku di asrama. Kami sudah seperti saudara. Dan kami punya sedikit tabungan. Kalau—“
        “Katakan padaku lebih banyak tentang Mingyu!” aku memegang tangan Wonwoo agak sedikit kasar.
        “Uh, ada apa ini? Bukankah kau sudah bertemu dengannya?”
        “Benarkah?”
        ‘Jadi Eunha sudah bertemu dengan Mingyu?’ batinku.
        “Iya sayaaang... apa kau tidak ingat hm?”
Aku hanya tersenyum dan mengalihkan pandanganku.
        Jadi itu yang dimaksudnya dengan permainan baru dan seseorang yang berarti dalam hidupku? Mingyu?
~To be continued~
        Kayaknya udah terlalu panjang ya? Hehe... maafin aku ya kalau FF-nya jelek,,, tapi jangan bosen baca ya? Aku akan usahain ini cepet selesai biar kalian ga bosen bacanya. Untuk yang belum baca Chapter 1 dan 2 bisa klik disini: Chapter 2Chapter 1 Dan makasih ya yang sudah mau baca.
 Terima kasih yang sudah baca. Dan yang mau lebih deket sama Chimin, bisa klik salah satu :

Line : anggaritaa

Dan, like juga akun IG khusus anime Chimin ya^^ IG Anime like aja gausah di follow gapapa kok^^ Terima Kasih ya~ yang sudah mau baca FF gaje Chimin<3<3<3 Anyeong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar