Blogger Widgets expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Minggu, 20 Desember 2015

Jikook Fanfiction



A-yo! Hello epriwan!
Chimin imnida^_^ boleh panggil Chim atau min aja gapapa kok. Kali ini, aku bawa fanfiction nih >.<
SARANGHAE

Cast : Park Jimin, Jeon Jungkook, and other cast
Genre : Romance (?)
Length : Oneshot
DON’T BE A SIDERS AND SORRY FOR TYPOS^^ HAPPY READING<3
WARNING! BOY X BOY
        Dorm BTS...
Jimin menyibak tirai kamarnya. Cahaya matahari pagi menerobos melalui kaca jendela dan menyinari dirinya serta seluruh bagian kamarnya. Jimin menghirup udara segar setelah ia membuka jendela. Kemudian, ia teringat akan seseorang yang mungkin sekarang masih tertidur lelap di kamarnya.
Jimin pun memakai sandalnya. Dan pergi menuju ke kamar orang itu. Ia membuka pintunya dengan perlahan. Takut akan membangunkan orang yang tertidur di dalamnya. Dari celah pintu ia melihat seorang namja imut tapi tampan(?) dan juga manly tengah tertidur lelap. Jimin berjalan menghampirinya dan duduk di pinggir tempat tidurnya. Ia mengusap perlahan kening namja itu. Dan menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupinya.
Jimin terus memandangnya. Namja tampan yang dicintainya itu tengah tertidur lelap dengan napas teratur dan wajahnya terlihat sangat polos. Membuat Jimin semakin gemas.
“Hyung?” celetuk namja itu tiba-tiba. Jimin langsung menarik tangannya. “Apa yang kau lakukan disini?”
“Kookie-ah? Apa hyung membangunkanmu?” kata Jimin gugup.
Kookie, Jimin memanggil namja bernama Jeon Jungkook itu Kookie.
“Aniyo, gwaenchanha... Ada apa?”
“Oh, tidak apa-apa, tidurlah lagi” Jimin beranjak dari tempat tidur Jungkook.
“Hyung”
“Hm?”
Jungkook menarik lengan Jimin dan membuat Jimin duduk di atas tempat tidur. Kemudian Jungkook memeluknya.
“Aku mencintaimu hyung~”
“Hm... aku juga”
Tiba-tiba, seseorang mengetuk pintu kamar. Jungkook melepaskan pelukannya dan duduk di sebelah Jimin.
“Apa yang kalian lakukan?” tanya Suga yang berdiri di pintu sambil menatap mereka tajam.
“A-ani” jawab Jungkook gugup.
“Cepatlah bangun, Jin hyung sudah menyiapkan sarapan”
“Baik hyung” jawab keduanya serempak.
Suga pun meninggalkan mereka berdua.
Saat di meja makan Jimin terus memandang Jungkook. Jungkook yang merasa tak enak hanya menunduk dan cepat-cepat menghabiskan sarapannya.
“Hyung, aku sudah selesai. Terima kasih makanannya” katanya sambil beranjak dari meja makan. Dan tanpa melihat ke arah Jimin. Bahkan, melirik pun tidak.
‘Ada apa dengannya?’ batin Jimin.
Setelah sarapan, Jimin yang hendak menuju ke kamarnya tak sengaja melihat Jungkook di kamarnya bersama Jin. Ia mengintip dari celah pintu.
‘Jin hyung? Apa yang dia lakukan disini?’ Jimin terus mengintip dari celah pintu. Tiba-tiba... ‘Apa ini? Mereka berpelukan?’  Jimin menyandarkan tubuhnya ke tembok. Ia tak percaya Jungkook dan Jin hyung.... Apa yang membuat Jungkook menjadi seperti itu. Melihatnya membuat hati Jimin seperti teriris. Sakit. Namja yang baru saja mengatakan ia mencintai dirinya memeluk orang lain. Apa yang membuat Jungkook seperti itu? Jimin sungguh tak kuat melihatnya lagi. Ia memutuskan untuk pergi.
Jimin mengunci kamarnya dan duduk di lantai. Menangis. Ia menenggelamkan wajahnya di antara lututnya. Ia tak tahu kenapa ia menangis. Ia sadar bahwa Jungkook adalah maknae dan karena itu semua pasti menyayanginya. Tapi, entah mengapa ia merasa hanya dia yang boleh memiliki Jungkook. Dan melihat kejadian itu membuatnya sakit.
~O~
“Hyung, apa kau melihat Jimin?” tanya Jungkook pada Jin yang sedang memasak untuk makan malam.
“Tidak, apa dia tidak ada di kamarnya?”
“Entahlah, aku belum melihatnya.”
“Lihatlah dulu, mungkin dia sedang tidur”
“Baiklah”
Jungkook berjalan menuju ke kamar Jimin. Ia mengetuk pintunya.
TOK! TOK! TOK!
“Hyung? Kau di dalam?”
Tidak ada jawaban.
“Hyung? Aku masuk ya?”
Jungkook pun memutar gagang pintu kamar Jimin. Tapi pintunya terkunci.
“Hyung? Jimin hyung? Tolong buka pintunya!” teriak Jungkook dari luar. Dan masih tidak ada jawaban. “Apa dia tidur?”
“Hyung?! Apa kau mendengarku? Tolong buka pintunya!” Jungkook mulai cemas. Apa terjadi sesuatu padanya?
Jungkook mencoba menelponnya. Tapi, Jimin tidak mengangkatnya. Dan setelah beberapa kali Jungkook menelpon, akhirnya Jimin mengangkatnya.
“Kookie-ah?”
“Jimin hyung? Apa kau baik-baik saja? Kau dimana?”
“Ya, aku baik.” Jawab Jimin lemah. “Aku ada di kamarku.”
“Buka pintunya hyung, aku diluar.”
Jimin pun membukakan pintu kamarnya. Dan melihat Jungkook berdiri disana menatapnya cemas. Beberapa saat Jungkook hanya menatap Jimin. Kemudian segera memeluknya.
“Ada apa hm?” tanya Jimin lembut. Seberapa kesal pun Jimin kepada Jungkook ia tak akan bisa memarahi atau mengabaikannya. Ia akan tetap bersikap lembut terhadap Jungkook.
“Aku khawatir padamu hyung. Kenapa kau tidak menjawabku? Kenapa kau tidak mengangkat telponku?”
“Aku... aku tertidur” jawab Jimin gugup.
“Benarkah? Kalau begitu jangan pernah mengunci pintumu.”
“Kenapa?”
“Aku menyayangimu”
“Kenapa kau begitu khawatir padaku? Seharusnya aku yang memperhatikanmu dan mengkhawatirkanmu. Kau tidak perlu lagi perhatian padaku”
“Sudah kubilang aku menyayangimu. Bukankah kau juga? Tapi kenapa kau bicara seperti itu?”
“Tidak, aku tidak. Ada orang yang lebih menyayangimu daripada aku. Dan kau pun begitu”
“Siapa? Tidak ada yang lebih kusayangi daripada dirimu hyung” Jungkook menggenggam erat tangan Jimin.
“Seharusnya kau tau” jawab Jimin sembari menundukkan kepalanya.
Beberapa saat mereka terdiam. Sibuk dengan pikiran masing-masing.
“Hyung, apa kau cemburu pada Jin hyung?”
Jimin tidak menjawabnya. Wajahnya memerah. Bagaimana Jungkook tau itu?
“Apa aku benar?” tanya Jungkook lagi.
“Ti-tidak kok” jawab Jimin terbata-bata. Matanya mulai memanas dan air matanya siap mengalir.
“Akui saja hyung, kau tidak bisa berbohong padaku. Itu sungguh terlihat jelas di wajahmu.”
‘Iya! Aku cemburu padamu dan Jin hyung!’ teriak Jimin dalam hati. Dan seketika itu juga air matanya jatuh membasahi pipinya.
“Aigo, kau sangat imut Jimin hyung!” Jungkook meletakkan kedua tangannya di pipi Jimin. Ia menghapus air mata Jimin. “Jangan menangis” Jungkook tersenyum.
‘Kau tau? Saat kau melihatku dan menatapku seperti itu aku sangat canggung. Aku gugup melihat wajah imut dan tampanmu bersamaan.’  Jimin mengalihkan pandangannya. Tapi Jungkook memegang dagunya untuk menyuruh Jimin menatap matanya.
“Jangan seperti ini Kookie-ah. Bagaimana kalau yang lain melihat?”
“Biar mereka melihat. Agar mereka tau aku ini hanya milikmu.” Jungkook menatap Jimin semakin lekat. “Dengar, jangan seperti itu lagi okey? Aku hanya mencintaimu. Dan selalu akan mencintaimu Jimin hyung. Aku dan Jin hyung tidak ada apa-apa. Aku hanya membantu Jin hyung menenangkan dirinya. Ia sedang sedih karena kedua orang tuanya bertengkar. Jadi jangan berpikir yang tidak-tidak.”
“Ja-jadi...”
“Iya, kau salah paham”
“Maafkan aku Kookie-ah”
“Kau tidak perlu minta maaf hyung”
“Aku mencintaimu Kookie-ah” kata Jimin sambil memeluk Jungkook.
“Aku juga mencintaimu hyung” Jungkook balas memeluk Jimin. “Sangat mencintaimu...”
-THE END-
        Gimana? Gaje kan? Jelek kan? Ga nyambung kan? Huhuhu...:( maafin aku ya kalau ff-nya jelek. Dan makasih juga yang sudah baca:) yuk, lanjut ke imagine Jimin^^
IMAGINE JIMIN

1 komentar:

  1. Buku Cutie Nerd Girl siap dipesan loh, pesan sekarang! Buku berukuran A5 dengan bookpaper dan jilid lem panas ini gak akan bikin kamu rugi karena konfliknya yang membuat pembaca panas dingin sampai akhir halaman... Komen sekarang untuk pesan bukunya

    Sinopsis: Park Jimin, siswi culun yang baru bersekolah di Bangtan High School harus bertemu dengan pria aneh, sialnya pemuda itu adalah roommate baru nya.... kamar mereka memang terpisah, tapi melihat wajah datar itu setiap hari mampu membuatnya muak.

    Genre: fanfiction
    Main pairing: Jikook

    ig: weshinepub
    Wattpad:WeShinePub

    BalasHapus