Anyeonghaseyo~^_^ Chimin imnida:-) aku balik bawa chapter 5
nih^^ sekaligus chapter terakhir nih,,, hehe jan lupa comment ya!
Title : Twins
Cast : Kim Mingyu, Jeon wonwoo, Jung Eunha
Genre : Romance
Length : Chaptered
DONT BE A SIDER PLEASE AND SORRY FOR TYPOS^^ HAPPY READING
GUYS!
“Mingyu, jawab pertanyaanku.”
“...”
“Mingyu, katakan
dengan jelas. Kau menerimaku atau tidak?” Eunha menggenggam tangan Mingyu. “Apa
kau tidak merindukanku? Lihat aku Mingyu, aku Eunbi.”
“Mianhae, aku tak
bisa menerimamu.” Kata Mingyu tanpa melihat ke wajah Eunha. “Eunha,”
Mata Eunha
langsung membulat sempurna ketika mendengar Mingyu mengatakan Eunha.
“A-apa—“
“Aku sudah tau
penyamaranmu Eunha. Dari awal, sejak aku bertemu denganmu aku tau kau bukan
Eunbi. Aku bisa melihatnya. Aku sungguh kecewa padamu Eunha.”
Mingyu pergi
meninggalkan Eunha.
“Mingyu! Mingyu,
dengarkan aku, aku sangat mencintaimu. Aku ingin memilikimu Mingyu. Tolong
tinggallah disisi ku. Kumohon...” Eunha mulai menitikkan air mata.
“Maafkan aku,
Eunha.”
“Mingyu, apa
hanya Eunbi yang ada dipikiranmu? Apa tak ada sedikitpun ruang untukku di
hatimu? Tak bisakah kau melihatku sebagai Eunbi? Tak bisakah aku menggantikan
Eunbi? Dia sudah memiliki Wonwoo, Mingyu”
“Aku...aku akan
menunggu untuknya”
Mingyu kemudian
pergi tanpa sepatah katapun.
“Lihat saja
Mingyu, kau akan menjadi milikku.” Gumam Eunha.
Keesokan harinya...
TOK! 100X (?)
Mingyu mengetuk
pintu apartemen Eunbi. Pasti penasarankan, gimana Mingyu tau apartemen Eunbi
dan Eunha? Hehe...
Flashback~
Mingyu mengikuti
Eunha yang berjalan menuju ke apartemennya. Tapi, secara diam-diam :v. Ternyata
apartemennya tidak terlalu jauh dari kampusnya. Syukurlah, tidak ada yang
memergokinya tengah membuntuti seorang gadis malam-malam begini.
Eunha masuk ke
sebuah apartemen kecil.
“Jadi disini?”
ujar Mingyu sambil memperhatikan apartemen yang baru saja dimasuki Eunha.
Flashback end~
CKLEK!
Seseorang membuka
pintu. Matanya langsung menangkap sosok(?) namja tinggi dan tampan di depannya.
“Eunbi...”
“Mingyu—“
Tanpa aba-aba
Mingyu langsung memeluk Eunbi.
“Aku sangat
merindukanmu, Eunbi.”
“...”
Eunbi melepaskan
pelukannya. Dan tersenyum pada Mingyu.
~O~
Mingyu dan Eunbi
berjalan bersama di taman. Mingyu merasa canggung dengan Eunbi. Karena Eunbi
tak berbicara sedikitpun. Tiba-tiba
Eunbi berhenti.
“Mingyu, apa kau
merindukanku?”
“Tentu saja, aku
sangat merindukanmu Eunbi. Kenapa?”
“Tidak, aku juga
merindukanmu.”
“Benarkah? Aku
lebih merindukanmu!” kata Mingyu bersemangat. Ia tersenyum cerah dan menggenggam
erat tangan Eunbi. Eunbi menatapnya sedih.
‘Kau tak tau betapa sulitnya posisiku
sekarang Mingyu. Aku sakit, sulit bagiku untuk menempatkan diriku. Aku tak tau
harus bagaimana... andai aku bisa mengulang waktu, aku tak ingin semua ini
terjadi.’ Batin Eunbi.
Mingyu menarik
tangan Eunbi. “kajja!”
Mereka pergi ke
taman bermain. Mingyu tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Untuk bersama
Eunbi. Mereka bermain dari pagi hingga sore. Mingyu begitu senang. Senyumnya
tak pernah lepas dari bibirnya. Andai ia bisa seperti ini setiap hari, begini
saja dengan Eunbi sudah membuatnya sangat bahagia.
Mereka duduk di
salah satu bangku taman setelah seharian bermain. Eunbi menatap gelas kopi yang
ada di tangannya.
“Mingyu,” –
“Eunha” kata mereka bersamaan.
“Kau dulu” kata
Eunbi.
“Tidak, kau dulu”
Eunbi menatap
gelas kopinya lagi.
“Kita... tidak
bisa seperti ini.”
“Apa? Kenapa?”
“Ada seseorang
yang harus kujaga”
“Eunha?”
“...”
“Kita bisa bicara
padanya, Eunbi.” Mingyu meraih tangan Eunbi.
“Kau tidak tau!” Eunbi
menepis tangan Mingyu.
“Aku bisa
mengerti persarasaanmu...” Mingyu memeluk Eunbi.
“Tidak... kau
tidak.... hiks” Eunbi mulai menangis. ‘kau
tidak mengerti posisiku, Mingyu. Sanagt sulit’
“Dengarkan aku
Eunbi, aku sangat mencintaimu. Aku menyayangimu lebih dari apapun. Percayalah,
aku tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi padamu. Aku akan menjagamu
dan Eunha. Maka dari itu, tetaplah disisiku... Arasso?”
Eunbi mengangguk
pelan didalam pelukan Mingyu. Air matanya masih terus mengalir.
“Gomawo” kata
Mingyu sambil mencium puncak kepala Eunbi. Ia lalu melepaskan pelukannya.
“Sudah dong! Jangan menangis lagi
ya?” Dan menghapus air mata Eunbi.
“Kamu jelek kalau
menangis”
Eunbi tersenyum
kembali(?)
TAP TAP TAP
Eunbi memasuki
apartemennya.
“Gelap? Apakah
Eunha belum pulang?” ujar Eunbi sambil menghidupkan lampu.
Saat lampu hidup,
Eunbi melihat Eunha duduk di lantai. Menangis sambil memeluk lututnya.
“Eunha? Eunha,
apa yang terjadi?”
“Lepaskan aku!”
Eunha mendorong Eunbi. “Aku membencimu!”
“Eunha, apa
maksudmu?”
“Menjauh dariku!”
sekali lagi Eunha mendorong Eunbi. Eunbi dapat mencium bau alkohol dari mulut
Eunha.
“Eunha! Hentikan!
Kau mabuk!”
“Baiklah, akan
kuhentikan sekarang juga...”
Eunbi menatapnya
bingung. Eunha bangkit dari duduknya. Dan berlari ke atap. Ia berdiri di
pinggir atap gedung.
“Kalau kau ingin
aku menghentikannya, aku akan hentikan sekarang. Dan aku tidak akan mengganggu
hidupmu lagi!” ujar Eunha. Air matanya tak henti-hentinya mengalir.
“Eunha! Turun
dari sana kumohon!” Eunbi mengeluarkan ponselnya. “Akan ku telpon Mingyu, okey?
Kita bisa membicarakannya, Eunha”
Tut~ tut~
tut~
telepon tersambung.
“Mingyu? Cepat
datang ke atap apartemenku. Eunha dalam bahaya!”
KLIK!
Eunbi menutup telponnya tanpa menghiraukan Mingyu yang mungkin
masih bingung.
10 menit kemudian....
Mingyu dan Wonwoo
datang.
“Eunha! Turun
dari sana!” teriak Mingyu.
“Tidak ada
gunanya, tidak ada yang menginginkanku.”
“Eunha,” kata
Mingyu sambil mendekat ke Eunha.
“Jangan mendekat!
Kalau kau mendekat selangkah lagi, aku akan lompat!”
“Eunha, aku
menyayangimu. Kita semua menyayangimu. Tolong jangan lakukan ini” kata Eunbi.
“Apa yang kau tau
tentang menyayangi hah? Kau selalu mendapat kasih sayang dari mereka semua!
Mereka hanya menyukaimu. Mereka hanya memandangmu. Tak pernah sedikitpun ada
ruang dihati mereka untukku. Mingyu dan Wonwoo selalu melihat seolah hanya kau
gadis di dunia ini! Mereka memberikan apa saja untukmu! Tak ada yang mengerti
perasaanku, kalian semua... jahat!” Eunha menangis semakin menjadi-jadi.
“Begitukah
menurutmu, Eunha? Lalu bagaimana denganku yang tak punya satupun keluarga? Aku
juga tak pernah merasakan kasih sayang. Kau masih beruntung memiliki seorang
kakak yang melindungimu dan menyayangimu. Aku begitu mengerti perasaanmu Eunha.
Aku juga merasakan hal yang sama denganmu. Kendalikan dirimu Eunha! Aku
menyayangimu...” celetuk Wonwoo tiba-tiba. Eunha tampak terkejut dengan
perkataan Wonwoo. “Aku... sangat menyayangimu Eunha... Kau gadis yang manja dan
cengeng, tapi dengan sifatmu yang seperti itu aku bisa menjagamu dengan baik.
Selalu melindungimu dan memelukmu. Aku selalu ingin melindungimu. Eunbi adalah
gadis yang kuat, ia bisa menjaga dirinya sendiri. Makanya, aku ingin kau berada
di sisi ku agar aku bisa melindungimu. Aku menyadarinya saat kau bertukar
dengan Eunbi, rasanya aku lebih nyaman denganmu. Aku merasakan hal itu ketika
bersamamu. Aku menyayangimu... kembalilah ke sisiku...”
“A-aku... tidak
percaya” Eunha mengalihkan pandangannya.
“Lihat aku Eunha,
apa mataku mengatakan kalau aku berbohong?”
“Aku tetap tidak
percaya”
“Kalau begitu,
kau mau aku membuktikannya?”
Wonwoo lalu naik
ke tempat Eunha berdiri.
“Jika kau mati,
ayo kita mati bersama-sama”
“Wonwoo...”
Wonwoo menatap
Eunha.
“Wonwoo! Apa yang
kau lakukan?!” teriak Mingyu.
Wonwoo tidak
menjawabnya. Ia mengulurkan tangannya ke Eunha. Eunha membalas uluran tangan
Wonwoo. Wonwoo dengan cepat menarik Eunha dan memeluknya.
BRUK!
Mereka berdua jatuh
ke atap apartemen. Eunha jatuh di atas Wonwoo. Wonwoo masih memeluk Eunha.
“Kau tidak boleh
menangis...” kata Wonwoo sambil menghapus air mata Eunha. “Jangan lakukan ini
lagi ya...”
CHUP
Wonwoo mencium
Eunha. Masih dalam posisi itu.
“Tetaplah bersamaku
agar aku bisa melindungimu...”
Eunbi dan Mingyu
yang daritadi menonton kejadian itu lalu menghampiri mereka berdua.
“Unni...” Eunha
menghambur ke pelukan Eunbi.
“Aku bangga
padamu, Wonwoo” Mingyu membantu Wonwoo berdiri dan memeluknya.
Eunha menghampiri
Mingyu dan Wonwoo. Lalu menarik Mingyu dan membawanya ke Eunbi.
“Mingyuya, jaga
Unni untuk ya?” kata Eunha sambil tersenyum.
“Terima kasih
Eunha,” kata Eunbi sambil memeluk Eunha. “Jangan melakukan hal itu lagi ya?”
“Arasso, aku
mengerti.” Eunha melepaskan pelukannya. “Sekarang, kau peluklah namjamu!” Eunha
mendorong Eunbi ke Mingyu. Dan membisikkan sesuatu ke telinga Mingyu. Lalu
berlari ke arah Wonwoo.
“Hana, dul,
set!” Eunha menghitung mundur.
Mingyu lalu menarik
Eunbi dan menciumnya. Eunha dan Wonwoo hanya tertawa melihat reaksi Eunbi.
“Kau gadis baik”
kata Wonwoo sambil mengusap rambut Eunha.
“Gomawo...” Eunha
memeluk Wonwoo.
-END-
Ini udah tamat
yey^_^ maaf ya... kalau ff ku jelek. Aku akan terus bawa fanfict dan imagine
kok^^ makasih yang udah ikutin ceritanya yah. Oh ya, yang mau kenal lebih deket
sama aku bisa klik salah satu :
Top 20 casinos in the UK: gambling sites, bonuses, & payment
BalasHapusBest UK gambling sites · Betfred titanium earrings · Betfred · new retro jordans Betfair · Betfair · Best Air Jordan 11 Retro 22Bet 바카라 사이트 쿠폰 · Betfair · BetVictor · super air jordan 7 retro MansionBet.