Blogger Widgets expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Sabtu, 05 Desember 2015

fanfiction chapter 5



Anyeonghaseyo~^_^ Chimin imnida:-) aku balik bawa chapter 5 nih^^ sekaligus chapter terakhir nih,,, hehe jan lupa comment ya!
Title : Twins
Cast : Kim Mingyu, Jeon wonwoo, Jung Eunha
Genre : Romance
Length : Chaptered
DONT BE A SIDER PLEASE AND SORRY FOR TYPOS^^ HAPPY READING GUYS!
           
“Mingyu, jawab pertanyaanku.”
        “...”
        “Mingyu, katakan dengan jelas. Kau menerimaku atau tidak?” Eunha menggenggam tangan Mingyu. “Apa kau tidak merindukanku? Lihat aku Mingyu, aku Eunbi.”
        “Mianhae, aku tak bisa menerimamu.” Kata Mingyu tanpa melihat ke wajah Eunha. “Eunha,”
        Mata Eunha langsung membulat sempurna ketika mendengar Mingyu mengatakan Eunha.
        “A-apa—“
        “Aku sudah tau penyamaranmu Eunha. Dari awal, sejak aku bertemu denganmu aku tau kau bukan Eunbi. Aku bisa melihatnya. Aku sungguh kecewa padamu Eunha.”
        Mingyu pergi meninggalkan Eunha.
        “Mingyu! Mingyu, dengarkan aku, aku sangat mencintaimu. Aku ingin memilikimu Mingyu. Tolong tinggallah disisi ku. Kumohon...” Eunha mulai menitikkan air mata.
        “Maafkan aku, Eunha.”
        “Mingyu, apa hanya Eunbi yang ada dipikiranmu? Apa tak ada sedikitpun ruang untukku di hatimu? Tak bisakah kau melihatku sebagai Eunbi? Tak bisakah aku menggantikan Eunbi? Dia sudah memiliki Wonwoo, Mingyu”
        “Aku...aku akan menunggu untuknya”
        Mingyu kemudian pergi tanpa sepatah katapun.
        “Lihat saja Mingyu, kau akan menjadi milikku.” Gumam Eunha.
Keesokan harinya...
        TOK! 100X (?)
        Mingyu mengetuk pintu apartemen Eunbi. Pasti penasarankan, gimana Mingyu tau apartemen Eunbi dan Eunha? Hehe...
Flashback~
        Mingyu mengikuti Eunha yang berjalan menuju ke apartemennya. Tapi, secara diam-diam :v. Ternyata apartemennya tidak terlalu jauh dari kampusnya. Syukurlah, tidak ada yang memergokinya tengah membuntuti seorang gadis malam-malam begini.
        Eunha masuk ke sebuah apartemen kecil.
        “Jadi disini?” ujar Mingyu sambil memperhatikan apartemen yang baru saja dimasuki Eunha.
Flashback end~
        CKLEK!
        Seseorang membuka pintu. Matanya langsung menangkap sosok(?) namja tinggi dan tampan di depannya.
        “Eunbi...”
        “Mingyu—“
        Tanpa aba-aba Mingyu langsung memeluk Eunbi.
        “Aku sangat merindukanmu, Eunbi.”
        “...”
        Eunbi melepaskan pelukannya. Dan tersenyum pada Mingyu.
~O~
        Mingyu dan Eunbi berjalan bersama di taman. Mingyu merasa canggung dengan Eunbi. Karena Eunbi tak berbicara  sedikitpun. Tiba-tiba Eunbi berhenti.
        “Mingyu, apa kau merindukanku?”
        “Tentu saja, aku sangat merindukanmu Eunbi. Kenapa?”
        “Tidak, aku juga merindukanmu.”
        “Benarkah? Aku lebih merindukanmu!” kata Mingyu bersemangat. Ia tersenyum cerah dan menggenggam erat tangan Eunbi. Eunbi menatapnya sedih.
        ‘Kau tak tau betapa sulitnya posisiku sekarang Mingyu. Aku sakit, sulit bagiku untuk menempatkan diriku. Aku tak tau harus bagaimana... andai aku bisa mengulang waktu, aku tak ingin semua ini terjadi.’ Batin Eunbi.
        Mingyu menarik tangan Eunbi. “kajja!”
        Mereka pergi ke taman bermain. Mingyu tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Untuk bersama Eunbi. Mereka bermain dari pagi hingga sore. Mingyu begitu senang. Senyumnya tak pernah lepas dari bibirnya. Andai ia bisa seperti ini setiap hari, begini saja dengan Eunbi sudah membuatnya sangat bahagia.
        Mereka duduk di salah satu bangku taman setelah seharian bermain. Eunbi menatap gelas kopi yang ada di tangannya.
        “Mingyu,” – “Eunha” kata mereka bersamaan.
        “Kau dulu” kata Eunbi.
        “Tidak, kau dulu”
        Eunbi menatap gelas kopinya lagi.
        “Kita... tidak bisa seperti ini.”
        “Apa? Kenapa?”
        “Ada seseorang yang harus kujaga”
        “Eunha?”
        “...”
        “Kita bisa bicara padanya, Eunbi.” Mingyu meraih tangan Eunbi.
        “Kau tidak tau!” Eunbi menepis tangan Mingyu.
        “Aku bisa mengerti persarasaanmu...” Mingyu memeluk Eunbi.
        “Tidak... kau tidak.... hiks” Eunbi mulai menangis. ‘kau tidak mengerti posisiku, Mingyu. Sanagt sulit’
        “Dengarkan aku Eunbi, aku sangat mencintaimu. Aku menyayangimu lebih dari apapun. Percayalah, aku tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi padamu. Aku akan menjagamu dan Eunha. Maka dari itu, tetaplah disisiku... Arasso?”
        Eunbi mengangguk pelan didalam pelukan Mingyu. Air matanya masih terus mengalir.
        “Gomawo” kata Mingyu sambil mencium puncak kepala Eunbi. Ia lalu melepaskan pelukannya. “Sudah dong! Jangan menangis lagi ya?” Dan menghapus air mata Eunbi.
        “Kamu jelek kalau menangis”
        Eunbi tersenyum kembali(?)
TAP TAP TAP
        Eunbi memasuki apartemennya.
        “Gelap? Apakah Eunha belum pulang?” ujar Eunbi sambil menghidupkan lampu.
        Saat lampu hidup, Eunbi melihat Eunha duduk di lantai. Menangis sambil memeluk lututnya.
        “Eunha? Eunha, apa yang terjadi?”
        “Lepaskan aku!” Eunha mendorong Eunbi. “Aku membencimu!”
        “Eunha, apa maksudmu?”
        “Menjauh dariku!” sekali lagi Eunha mendorong Eunbi. Eunbi dapat mencium bau alkohol dari mulut Eunha.
        “Eunha! Hentikan! Kau mabuk!”
        “Baiklah, akan kuhentikan sekarang juga...”
        Eunbi menatapnya bingung. Eunha bangkit dari duduknya. Dan berlari ke atap. Ia berdiri di pinggir atap gedung.
        “Kalau kau ingin aku menghentikannya, aku akan hentikan sekarang. Dan aku tidak akan mengganggu hidupmu lagi!” ujar Eunha. Air matanya tak henti-hentinya mengalir.
        “Eunha! Turun dari sana kumohon!” Eunbi mengeluarkan ponselnya. “Akan ku telpon Mingyu, okey? Kita bisa membicarakannya, Eunha”
Tut~ tut~ tut~ telepon tersambung.
        “Mingyu? Cepat datang ke atap apartemenku. Eunha dalam bahaya!”
KLIK!
Eunbi menutup telponnya tanpa menghiraukan Mingyu yang mungkin masih bingung.
10 menit kemudian....
        Mingyu dan Wonwoo datang.
        “Eunha! Turun dari sana!” teriak Mingyu.
        “Tidak ada gunanya, tidak ada yang menginginkanku.”
        “Eunha,” kata Mingyu sambil mendekat ke Eunha.
        “Jangan mendekat! Kalau kau mendekat selangkah lagi, aku akan lompat!”
        “Eunha, aku menyayangimu. Kita semua menyayangimu. Tolong jangan lakukan ini” kata Eunbi.
        “Apa yang kau tau tentang menyayangi hah? Kau selalu mendapat kasih sayang dari mereka semua! Mereka hanya menyukaimu. Mereka hanya memandangmu. Tak pernah sedikitpun ada ruang dihati mereka untukku. Mingyu dan Wonwoo selalu melihat seolah hanya kau gadis di dunia ini! Mereka memberikan apa saja untukmu! Tak ada yang mengerti perasaanku, kalian semua... jahat!” Eunha menangis semakin menjadi-jadi.
        “Begitukah menurutmu, Eunha? Lalu bagaimana denganku yang tak punya satupun keluarga? Aku juga tak pernah merasakan kasih sayang. Kau masih beruntung memiliki seorang kakak yang melindungimu dan menyayangimu. Aku begitu mengerti perasaanmu Eunha. Aku juga merasakan hal yang sama denganmu. Kendalikan dirimu Eunha! Aku menyayangimu...” celetuk Wonwoo tiba-tiba. Eunha tampak terkejut dengan perkataan Wonwoo. “Aku... sangat menyayangimu Eunha... Kau gadis yang manja dan cengeng, tapi dengan sifatmu yang seperti itu aku bisa menjagamu dengan baik. Selalu melindungimu dan memelukmu. Aku selalu ingin melindungimu. Eunbi adalah gadis yang kuat, ia bisa menjaga dirinya sendiri. Makanya, aku ingin kau berada di sisi ku agar aku bisa melindungimu. Aku menyadarinya saat kau bertukar dengan Eunbi, rasanya aku lebih nyaman denganmu. Aku merasakan hal itu ketika bersamamu. Aku menyayangimu... kembalilah ke sisiku...”
        “A-aku... tidak percaya” Eunha mengalihkan pandangannya.
        “Lihat aku Eunha, apa mataku mengatakan kalau aku berbohong?”
        “Aku tetap tidak percaya”
        “Kalau begitu, kau mau aku membuktikannya?”
        Wonwoo lalu naik ke tempat Eunha berdiri.
        “Jika kau mati, ayo kita mati bersama-sama”
        “Wonwoo...”
        Wonwoo menatap Eunha.
        “Wonwoo! Apa yang kau lakukan?!” teriak Mingyu.
        Wonwoo tidak menjawabnya. Ia mengulurkan tangannya ke Eunha. Eunha membalas uluran tangan Wonwoo. Wonwoo dengan cepat menarik Eunha dan memeluknya.
BRUK!
        Mereka berdua jatuh ke atap apartemen. Eunha jatuh di atas Wonwoo. Wonwoo masih memeluk Eunha.
        “Kau tidak boleh menangis...” kata Wonwoo sambil menghapus air mata Eunha. “Jangan lakukan ini lagi ya...”
CHUP
        Wonwoo mencium Eunha. Masih dalam posisi itu.
        “Tetaplah bersamaku agar aku bisa melindungimu...”
        Eunbi dan Mingyu yang daritadi menonton kejadian itu lalu menghampiri mereka berdua.
        “Unni...” Eunha menghambur ke pelukan Eunbi.
        “Aku bangga padamu, Wonwoo” Mingyu membantu Wonwoo berdiri dan memeluknya.
        Eunha menghampiri Mingyu dan Wonwoo. Lalu menarik Mingyu dan membawanya ke Eunbi.
        “Mingyuya, jaga Unni untuk ya?” kata Eunha sambil tersenyum.
        “Terima kasih Eunha,” kata Eunbi sambil memeluk Eunha. “Jangan melakukan hal itu lagi ya?”
        “Arasso, aku mengerti.” Eunha melepaskan pelukannya. “Sekarang, kau peluklah namjamu!” Eunha mendorong Eunbi ke Mingyu. Dan membisikkan sesuatu ke telinga Mingyu. Lalu berlari ke arah Wonwoo.
        “Hana, dul, set!”  Eunha menghitung mundur.
        Mingyu lalu menarik Eunbi dan menciumnya. Eunha dan Wonwoo hanya tertawa melihat reaksi Eunbi.
        “Kau gadis baik” kata Wonwoo sambil mengusap rambut Eunha.
        “Gomawo...” Eunha memeluk Wonwoo.
-END-
        Ini udah tamat yey^_^ maaf ya... kalau ff ku jelek. Aku akan terus bawa fanfict dan imagine kok^^ makasih yang udah ikutin ceritanya yah. Oh ya, yang mau kenal lebih deket sama aku bisa klik salah satu :
Line : anggaritaa

Dan, like juga akun IG khusus anime Chimin ya^^ IG Anime like aja gausah di follow gapapa kok^^ Terima Kasih ya~ yang sudah mau baca FF gaje Chimin<3<3<3 Anyeong

1 komentar:

  1. Top 20 casinos in the UK: gambling sites, bonuses, & payment
    Best UK gambling sites · Betfred titanium earrings · Betfred · new retro jordans Betfair · Betfair · Best Air Jordan 11 Retro 22Bet 바카라 사이트 쿠폰 · Betfair · BetVictor · super air jordan 7 retro MansionBet.

    BalasHapus